Oleh: mahasiswanegarawan | Oktober 8, 2008

Aku Ingin Menjadi Penculik

Lupakan demokrasi, aku tidak percaya dengan demokrasi. Lupakan reformasi, aku sudah melupakan reformasi. Aku ingin revolusi, revolusi sampai mati.

Betapa bangganya para pemuda angkatan 45. Menculik tokoh-tokoh revolusi yang dianggap sudah tidak revolusioner. Mereka menculik Soekarno-Hatta yang terlalu lambat mengumandangkan proklamasi. Mereka membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok, di bawah ancaman : “Kalau Bung, tidak mau mengumumkan proklamasi kemerdekaan besok pagi. Maka, jangan salahkan kami, kalau besok terjadi pertumpahan darah”.

Itulah kehebatan pemuda di awal negara ini berdiri. Indonesia ini lahir oleh kenekatan para pemuda. Dengan gampangnya tokoh-tokoh nasional mereka culik. Bukan hanya Soekarno-Hatta, Syahrir pun pernah merasakan diculik oleh para pemuda. Semua tokoh nasional yang dianggap tidak revoluioner lagi, maka akan diculik oleh para pemuda kala itu.

Aku ingin menjadi penculik,

Menculik Presiden, Ketua MPR, ketua MK, pemimpin parpol, ormas, pemimpin ulama. Aku ingin menculik mereka semua. Kemudiam memaksa mereka, mendeklarasikan pemerintahan baru. Negara Indonesia muda. Orang-orang dari masa lalu harus menyingkir. Biarkan yang muda berkreasi di Indonesia muda.


Responses

  1. Assalamualaikum,

    yourstory is short, but it’s interesting..
    i like yourstyle,
    simple but meaningfull,,
    like that?? hmmm, yes i think so…
    do yourbest for ourcountry…

    Wassalamualikum…

  2. tuh kan, semangat banget,,
    jadi bener-bener iri..

    THANKS,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: