Oleh: mahasiswanegarawan | September 3, 2008

HILANG

Malam itu kususuri jalan-jalan kota

Berkilo-kilo meter

Kusaksikan…..

Gedung-gedung sombong menjulang

Angkuhnya mobil-mobil berseliweran

Sampai tibalah di tepi jalan itu.

Gembel kucel tua memelas kepadaku,

Ku hanya berlalu dengan langkah berat penuh penyesalan,

Betapa miskinnya diri ini tuk sekedar membantu

Kulangkahkan terus kakiku yang rapuh

Seorang ibu tua dan seonggok bayi tertidur di emperan toko

Lagi-lagi betapa miskinnya aku tuk sekedar membantu

Aku kehilangan nurani

Aku kehilangan cinta

Aku mayat hidup yang berjalan

Mentari bersinarlah kembali di hatiku

(Agustus 08, dari Alun-alun ke Cicadas)


Responses

  1. puisinya keren-keren…
    beneran nge-fans deh..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: