Oleh: mahasiswanegarawan | September 13, 2007

REZIM SBY-JK PELANGGAR KONSITUSI NEGARA

Demi amanat dan beban rakyat
Kami nyatakan kepada seluruh dunia
Telah bangkit di tanah air
Sebuah aksi perlawanan
Terhadap kepalsuan dan kebohongan
Yang bersarang dalam kekuasaan
Orang-orang pemimpin gadungan.
(Mansur Samin)

Sehari menjelang bulan suci Ramadhan, langit kota Bandung dipenuhi panji-panji pergerakan. Kedatangan Presiden SBY dalam rangka Dies Natalis Unpad disambut demonstrasi masyarakat. Berbagai front aksi turun ke jalan dengan membawa berbagai tuntutan yaitu.
Ratusan massa Garda Rakyat Menggugat (GRM) sebuah aliansi buruh, LSM, dan Mahasiswa yang terdiri dari SP-FKK PT DI, SP Farkes, GBB, GRI, KAMMI, FMN, FAM Unisba, BEM Rema UPI, GMP, KMD, GMP, FMMBI, dll bergerak mencoba menembus ring 3 sekitar 100 m dari Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Kemudian muncul dari arah lain massa dari Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI) cab. Bandung. Dan disusul juga massa dari HMI kota Bandung. Sementara itu massa dari BEM Kema Unpad melakukan infiltrasi ke Ring 1 sekitar 200 m dari gedung Unpad secara sembunyi-sembunyi, yang langsung dibubarkan (dan dipukul) aparat polisi ketika mulai berorasi. Sementara itu dari Jln. Ir.H.Juanda (Dago) massa dari KM ITB melakukan penyebaran selebaran propaganda kepada masyarakat.
Demonstrasi berbagai front aksi tersebut sebagai buntut dari kekecewaan terhadap kinerja pemerintahan SBY-JK. Berbagai permasalahan fundamental bangsa ini masih dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian yang jelas dan tidak terlihat political will dari pemerintahan SBY-JK untuk segera menyelesaikannya.
Hal yang paling parah dari Pemerintahan SBY-JK adalah pelanggaran terhadap konstitusi negara dan menghianati amanat rakyat, yaitu :

  1. Tidak merealisasikan anggaran Pendidikan sebesar 20% sesuai amanat UUD.
  2. Tidak mencabut legislasi RUU Penanaman Modal dan meneruskan Privatisasi BUMN strategis. Sehingga aset-aset negara tersebut jatuh ke tangan kaum kapitalalis global. Maka, kekayaan alam Indonesia tidak lagi digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, melainkan untuk kemakmuran kaum kapitalis.
  3. Gagal menunutaskan agenda Pemberantasan Korupsi dan Penegakan supremasi hukum dan HAM. Berlarut-larutnya kasus korupsi BLBI, korupsi Soeharto, dana DKP, pembunuhan aktivis HAM Munir, lumpur Lapindo, dan tragedi pelanggaran HAM lainnya.
  4. Mengabaikan hak-hak ekonomi buruh agar dapat sejahetera. Hal terbaru baru adalah pernyataan SBY sebagai wujud intervensi politik terhadap putusan hukum pengadilan tata niaga Jakarta yang memenangkan tuntutan 6000 anggota SP-FKK PT DI untuk mempailitkan PT DI. Alih-alih segera menyelesaikan hak pesangon mantan karyawan PT DI sebesar 200 milyar, SBY malah mengeluarkan pernyataan politik yang tidak solutif.
  5. Gagal mengentaskan kemiskinan dan menurunkan pengangguran. Kemiskinan semakin naik mencapai angka 100 juta jiwa (Laporan Bank Dunia, Desember 2006).
  6. Pemerintahan SBY-JK didikte oleh agenda kapitalisme global dan neoliberalisme. Ini terbukti dengan kebijakan pencabutan subsidi rakyat, liberalisasi pendidikan, jeratan utang luar negeri, dan privatisasi BUMN.

Kini tiba saat untuk pembebasan.
Rakyat pasti menang.

(Di bawah bendera reformasi yang terkoyak, kami akan merajutnya kembali atau menggantinya dengan bendera revolusi)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: