Oleh: mahasiswanegarawan | September 13, 2007

INDONESIA BUTUH NUKLIR

64 tahun yang lalu Enrico Fermi berhasil membuat sejarah besar ilmu pengetahuan. Mimpi berabad-abad al-kimia untuk  reaksi pemecahan inti atom akhirnya terwujudkan. Reaksi fisi nuklir terkendali berhasil dilakukan, konsep kesetaraan energi materi yang dirumuskan Einstein terbukti sangat dahsyat. Beberapa gram unsur uranium setara dengan jutaan joule energi.
Di tengah gonjang-ganjing isu krisis energi, Indonesia termasuk negara yang mengalami dampak ekonomi akibat meningkatnya harga minyak bumi. Sejak tahun 2004, Indonesia telah menjadi negara pengimpor minyak bumi. Praktis, subsidi BBM akan semakin memberatkan APBN.
Di tengah ributnya para politisi melakukan retorika-retorika politik energi, masyarakat semakin melarat dengan makin mahalnya harga BBM. Terbukti para makin banyaknya ‘purnawirawan’ nelayan akibat tidak mampu membeli solar. Atau rakyat miskin yang harus antri panjang membeli minyak tanah. Sementara itu distribusi listrik PLN juga ikut tersendat akibat mahalnya harga BBM.
Energi nuklir merupakan sebuah terobosan energi alternatif untuk Indonesia. Negara kita memang ketinggalan dalam urusan pembangunan PLTN. Bandingkan dengan Jepang sebagai korban bom nuklir yang memiliki 30-an PLTN untuk mengamankan 30-40% pasokan energi listriknya, Amerika Serikat yang memiliki 50-an PLTN, dan hampir di setiap negara Eropa memiliki PLTN. Di Asia baru beberapa negara yang memiliki PLTN, yaitu RRC, India, Pakistan, Iran, Irak, Israel, dan Jepang.
Energi nuklir merupakan sebuah bentuk diversifikasi energi dalam bentuk listrik, mampu memperpanjang ketersedian energi fosil, dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Satu kg bahan bakar nuklir mampu menghasilkan 50.000 kwh energi listrik, bandingkan dengan batu bara dan minyak bumi yang hanya menghasilkan 3 kwh dan 4 kwh listrik per kg-nya.
Reaktor nuklir sudah mengalami evolusi sampai ke bentuk generasi ke-3+ pada saat ini. Pada 20 tahun mendatang akan segera memasuki evolusi generasi ke-4. Itu artinya PLTN akan semakin ekonomis, tingkat keamanan tinggi, limbah cemaran rendah, dan non-proliferasi.
Menurut road-map PLTN pada blue print energi nasional, PLTN Muria 1 akan mulai beroperasi pada tahun 2016 dan konstruksinya dimulai pada tahun 2010. Kemudian akan menyusul beroperasi Muria-2 tahun 2017, Muria-3 tahun 2023, dan Muria-4 tahun 2024.
Selanjutnya sektor transportasi harus mengkonversi armada kereta api menjadi kereta listrik. Listrik murah didapat dari PLTN. Kereta listrik trans-jawa akan mempercepat perhubungan dan distribusi barang dan jasa, menghemat biaya, meningkatkan perekonomian masyarakat dengan penguasaan ruang dan waktu, mengurangi kemacetan, dan mengurangi polusi. Masyarakat akan senang menggunakan transportasi umum karena cepat, murah, aman, dan  nyaman.
Kontribusi yang dapat diberikan institusi pendidikan di tengah keterbatasan sarana dalam pengembangan nuklir :

  • Melakukan pengembangan desain reaktor baik untuk reaktor daya maupun reaktor penelitian
  • Mengembangkan code untuk pembuatan pustaka data nuklir.
  • Melakukan terobosan baru dalam pemodelan dan teori nuklir untuk memproduksi dan memperkaya data nuklir

Di tengah redupnya gerakan mahasiswa dan masyarakat yang mulai tidak peduli dengan aksi-aksi mahasiswa yang lebih membawa isu politik elitis. Sebuah gerakan pararel intelektual keilmuwan -yang tanpa mengendurkan semangat gerakan politik  mahasiswa dengan front-front aksinya- mempersepsikan Indonesia baru dengan lebih komprehensif akan menambah kreativitas gerakan. Krisis energi adalah suatu keniscayaan abad ke-21, mampukah gerakan mahasiswa membangun gerakan politik energi? Karena nelayan butuh BBM untuk kembali melaut, transportasi butuh energi murah, industri butuh kestabilan pasokan energi untuk kelanjutan aktivitas produksi. Mahasiswa pun tambah sehat. Sebab tukang gorengan, pecel lele, dan warteg tidak perlu lagi menggunakan minyak goreng bekas berulang-ulang dan harga-harga makanan tidak terus melambung.


Responses

  1. Nice article!
    Aku iri, kamu sepertinya udah mahir banget nulis artikel. Sumbernya jg sepertinya bagus. Kalo boleh tau, kamu kalo nulis artikel sumbernya darimana aja ya (secara umum)? Aku juga pengen banget mahir nulis tapi selalu kesulitan dapetin sumber yang mantap. ujung2nya tetap aja nyari di internet.

  2. Aku nulis di blog karena artikel-artikelku ‘belum pernah’ nampang di media masa. padahal udah beberapa kali kirim.
    Hehe, jadi tersanjung neh dibilang mahir nulis. Sumber2 artikel dari buku (rajin2lah cari kenalan yg punya banyak koleksi buku,biar bisa pinjem), ikut seminar2 gatisan di ITB dan sekitarnya, nanti bisa dapet handout atau softcopy makalah seminar (mahasiswa banget), download di internet.
    Kata kuncinya adalah membaca 3X. Tidak hanya buku atau koran, bahkan kertas bungkus gorengan pun aku baca. selain itu baca juga hal yang abstrak yaitu membaca kehidupan sekitar kita, hal itu akan membuat sensitifitas jiwa untuk berekspresi menulis.

  3. “mampukah gerakan mahasiswa membangun gerakan politik energi? Karena nelayan butuh BBM untuk kembali melaut, transportasi butuh energi murah, industri butuh kestabilan pasokan energi untuk kelanjutan aktivitas produksi. Mahasiswa pun tambah sehat. Sebab tukang gorengan, pecel lele, dan warteg tidak perlu lagi menggunakan minyak goreng bekas berulang-ulang dan harga-harga makanan tidak terus melambung.”

    nelayan butuh energi tapi ga butuh politik kan ? politik hanya barang mewah yang dinikmati para manusia cerdas yang dididik oleh uang rakyat. jika melihat latar belakang anda, saya bisa memahami kenapa anda concer pada politik. nah, saya inginmelihat dari berbagai macam sudut pandang, bagaimana jika gerakan mahasiswa tidak melulu bicara soal politik? tapi marilah bicara tentang gagasan, termasuk dalam energi. gagasan, bukan wacana. caranya ? lihat lomba – lomba, kalo itu dimaintain dan terus di follow up i, insyaallah itu bisa jadi gerakan yang masif dan solutif jauh lebih solutif daripada force yang diberikan saat demonstrasi.
    maaf bila tak berkenan.

  4. actually, saya sepakat dengan PLTN. tapi, hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah bahan bakar uraniumnya. memang uranium memiliki waktu paruh yang lama, namun untuk mendapatkan 1 kepal uranium, bisa menghabiskan resources 1 gunung. saya pikir it is not beneficial for environment.
    saya sepakat dengan paradigma REKIN (Pa Triharso ” Hengki ” Soesilo, semoga beliau terpilih sebagai ketua IA ITB) bahwa potensi geothermal kita belum terbenrdayakan. dan saya pikir sebelum melangkah ke nuklir, lebih baik eksplor dulu geothermalnya

  5. Jawaban no 1 sudah ada di tulisan yang sy yg dikomentari anda :
    “Sebuah gerakan pararel intelektual keilmuwan -yang tanpa mengendurkan semangat gerakan politik mahasiswa dengan front-front aksinya- mempersepsikan Indonesia baru dengan lebih komprehensif akan menambah kreativitas gerakan”

    Ya,sy sepakat bahwa gerakan mahasiswa memang tidak harus ‘melulu’ bicara sosial-politik. Sebab, gerakan mahasiswa pun harus menyiapkan kader2nya untuk mengisi pos2 strategis bangsa di segala bidang.

    Tapi, kumaha ya? orang2 Indonesia nampaknya lebih antusias dengan lomba2 nyanyi atau nari kayak AFI, Ind Idol, KDI, dll ketimbang lomba2 ilmiah. Mungkin, Televisi nasional perlu mengadakan audisi ilmuwan/teknolog muda untuk lomba scientist idol. biar virus IPTEK menyebar ke sluruh nusantara. hehehe.

  6. Yoi, sepakat bro. 40% potensi geotermal dunia ada di kepulauan nusantara. Memang dibandingkan nuklir, geotermal lebih aman, non polutif, dan masih belum dieksplorasi.

    Tapi, riset2 untuk nuklir terus jalan aja (kalo ada dananya). sebab, kebutuhan energi global terus meningkat.

  7. Thanks so much for placing my Green Chemistry site on your blogroll! My posts have slowed down a bit lately due to my “real job”, but I’ll keep them coming as fast as I can.

    What a beautiful photo you have at the top of the blog!

    I wish I could understand more of what you write. Is there a good way for me to see you site in English?

    Best wishes, Jim

  8. Go nuklir go. Listrik gratis go.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: