Rennaisance.
Begitulah aku di semester ini, IPK udah terdongkrak >3. Sekarang sedang mempersiapkan sebuah bekal untuk penelitian Tugas Akhir tentang Biokomputasi dan Bioinformatika. Lho, dimana kimianya? Kata P.A.M Dirac, kimia sudah tamat. Dan kemarin aku melihat kimia benar-benar tamat. Para ilmuwan perintis teori kuantum pasti iri melihatku. Kemarin, Aku menggunakan program Gaussian untuk menyelesaikan fungsi gelombang orbital molekul pada molekul etil format dalam waktu hitungan menit. Solusi fungsi gelombangnya bisa menentukan spektrum molekul, spektrum raman, dan sifat-sifat molekul lainnya. Nah sains modern membutuhkan sebuah pilar baru, selain bidang teori dan eksperimen, yaitu bidang komputasi.
Semester sebelumnya aku nyasar dulu ke kuliah Pengantar Metode Difraksi. Lagi-lagi aku menyaksikan keindahan kimia di sini. Keindahan struktur kristal berbagai senyawa bisa kita tentukan menggunakan metode difraksi. Pak Watson dan Crick mendapatkan hadiah nobel, gara-gara meengusulkan struktur helix DNA berdasarakan data difraksi sinar-X kristal DNA. Selain DNA, kita juga bisa menentukan struktur 3D kristal protein. Difraksi telah menjadi jembatan penghubung fisika-kimia-biologi. Awalnya aku mau mengambil tema tentang kristalografi yang berhubungan dengan nanomaterial anorganik.
Setelah menonton film I am a Legend, 22 weeks later, dan Residen Evil3. Sepertinya biologi molekuler menjadi sebuah tren global saat ini dan masa mendatang. Ketika bicara dunia molekular, itu sudah urusan kimia. Maka, kuputuskan masuk ke divisi biokimia. Setelah searching ke internet, bioinfomatics dan biocomp, sedang menjadi topik2 penelitian penting di negara2 maju. Setelah cari dosen pembimbing, aku disuruh belajar pemrograman Perl. Wah-wah seru juga jadi orang kimia, kita mengerti reaksi-reaksi atom-molekul, mengerti dunia kuantum layaknya orang fisika, mengerti metabolisme layaknya orang biologi, dan sekarang harus belajar pemrograman. Impianku bisa meneruskan ke EBI-EMBL.
Bangun Pemudi-Pemuda Indoensia !