Oleh: mahasiswanegarawan | Agustus 18, 2007

KEBANGKITAN CINA SEBAGAI SEBUAH MITRA PERADABAN

‘Biarkan Cina terlelap. Sebab, jika Cina terbangun, dia akan mengguncang dunia”

-Napoleon Bonaparte-

Salah satu bangsa yang masih terus eksis dalam kancah peradaban adalah bangsa Cina. Sejak masa awal-awal peradaban hingga peradaban modern saat ini bangsa Cina terus menjadi perhatian, meskipun mengalami pasang surut dalam perjalanannya. Kehebatan bangsa Cina telah menarik perhatian para sosiolog penjelajah dunia. Ibnu Batutah dan Marco Polo membuka mata dunia pada abad pertengahan tentang Cina dalam catatan penjelajahannya mengenai kebudayaan peradaban Cina. Bahkan dalam sebuah hadist Nabi Muhammad Saw. pernah berkata :’Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina’.

Tak dapat dipungkiri, kemajuan materi peradaban dunia saat ini juga mendapat sumbangsih dari hasil teknologi peradaban Cina. Teknologi percetakan pertama kali ditemukan di Cina, kemudian diadopsi di Eropa. Sejak saat itu, transfer ilmu pengetahuan melalui buku berkembang dengan cepatnya.

Kini di awal abad XXI, lagi-lagi (negara) Cina menghentak perhatian dunia. Cina mengalami lompatan besar dalam perekomomiannya. Menurut data United Nations Conference on Trade and Development, pada tahun 2004 Cina adalah eksportir terbesar ketiga di dunia untuk barang (merchandise goods) dan kesembilan terbesar untuk jasa komersial, dengan pangsa 9 dan 2,8 persen dari total ekspor dunia.

Volume ekspor Cina mencapai 325 miliar dollar AS tahun 2002 dan tahun 2003 764 miliar dollar AS. Manufaktur menyumbang 39 persen PDB Cina. Output manufaktur Cina tahun 2003 adalah ketiga terbesar setelah AS dan Jepang. Di sektor jasa, Cina yang terbesar kesembilan setelah AS, Jepang, Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Kanada, dan Spanyol.

Gerakan sapu bersih Cina di berbagai macam industri—mulai dari yang berintensitas teknologi sangat sederhana hingga intensitas teknologi dan nilai tambah sangat tinggi—ini semakin mempertegas posisi Cina sebagai the world’s factory memasuki abad ke-21. Pada tahun 2007 Cina mengalami sejarah baru, cadangan devisa Cina telah menembus angka satu triliun US$.

Ekspansi ekonomi Cina terus berlanjut ke seluruh dunia. Sebuah perusahaan baja terbesar di kota Dortmund, Jerman, telah dibeli oleh sebuah korporasi Cina. Divisi PC IBM sebuah lambang kemajuan teknologi komputer Amerika Serikat telah jatuh ke tangan korporasi Cina, LianXiang. Andaikan kongres dan Presiden George Bush tidak ikut campur, perusahaan minyak menengah AS, Unocal, tentunya telah diakuisisi oleh perusahaan minyak Cina, CNOOC.

Standar Ekonomi Ganda AS, Sebuah Ketakutan Barat

Ekspansi ekspor manufaktur dan tekstil Cina mulai menguasai pasar domestik Amerika Serikat dan Eropa. Amerika Serikat mulai menghianati doktrin perdagangan bebasnya dengan membuat aturan-aturan proteksi untuk menghambat serangan ekspor Cina ke pasar domestiknya.

Hal tersebut langsung dikomentari oleh menteri perdagangan Cina, Bo Xilai :

“Menurut saya, doktrin perdagangan bebas adalah sebuah doktrin yang luar biasa. Doktrin perdagangan bebas telah mendorong ekonomi Eropa dan AS menuju perkembangan pesat selama 200 tahun. Doktrin ini juga merupakan doktrin yang telah disebarluaskan oleh eropa dan Amerika. Mereka telah melambaikan bendera perdagangan bebas dan berkeliling dunia melakukan perdagangan bebas dan berkeliling dunia melakukan perdagangan serta menghasilkan uang, dan menjadi negara-negara maju. Tetapi, sekarang setelah sebuah negara berkembang yang sangat miskin – dengan GNB per kapita hanya sepertiga belas GNB per kapita mereka- berhasil memiliki perusahaan tekstil yang akhirnya dapat bersaing dengan perusahaan sejenis di Eropa, mereka ingin menutup pintu dan melakukan proteksionisme. Ini benar-benar sebuah standar ganda. Ketika mempunyai keunggulan komparatif , mereka mendorong seluruh dunia untuk membuka pintu. Tetapi, ketika melihat satu negara berkembang menjadi lebih kompetitif, mereka mengatakan, ‘Oke, cukup. Mari kita menutup pintu sekarang ‘

Ketakutan-ketakutan barat tentang kemajuan Cina telah jauh-jauh hari diprediksi Samuel Huntington dalam tesisnya The Clash of Civilization and The World Remarking Order (1996) : ‘Apabila Cina tetap mempertahankan pertumbuhan ekonominya, maka para pembuat kebijakan Amerika akan benar-benar dihadapkan pada ancaman serius dalam kaitan dengan persoalan-persoalan keamanan abad ke-21’

Mitra Peradaban

‘Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal……’ (Q.S. Al-Hujurat : 13)

Satu hal menarik lainnya tentang kebangkitan Ekonomi Cina, adalah bagaimana Cina bisa mengkombinasikan sistem politik komunis yang sentralistik dan sistem ekomoni liberal. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Sepertinya Cina telah belajar dari kejatuhan Uni Sovyet yang berawal dari kehancuran ekonomi sosialisnya.

Kekuatan politik Cina merupakan sebuah alternatif untuk mengimbangi dominasi barat. Bahkan, secara kultural dan emosional Cina dapat saja memimpin aliansi strategis melawan hegemoni imperialisme Amerika serikat dan sekutunya.

Dalam sebuah peradaban multipolar, Cina lebih tepat jika kita tempatkan sebagai mitra peradaban ketimbang ancaman. Peradaban yang pluralis merupakan sebuah sunatullah sehingga dunia penuh warna kebudayaan yang menarik. Namun, semuanya harus tetap dalam misi menjaga perdamaian dan memakmurkan kehidupan di bumi.

Selanjutnya siapakah akan menyusul kebangkitan peradaban setelah Cina? Kebangkitan yang tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi menjadi peradaban superior di antara peradaban lainnya.

“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi”. (Q.S. Al-Fath : 28)

(Tata Chemiawan, catatan akhir pekan : seri globalisasi)

About these ads

Responses

  1. you are a think tank.saya belajar dari anda banyak.terima kasih.bagaimana kalo kita mulai dari sekitar.

  2. wahh..mantab2 hasil pemikiran anak didik saya ini (huaahha). sepertinya ane dah mulai ikhlas ente jadi kadept Kebijakan publik kamda..tapi konkrit donk, kaya cina. tahu ga gimana strategi penguasaan teknologi di cina..ATM : Amati, tiru, modifikasi

    Simple, solutif, konkrit

  3. woe maksud ente kasih gubrak di KITA apa!!!
    awas ya!!

  4. blog yang sangat amat bgs. beneran bagus bgt ini. saya mahasiswa ngambil jurusan sastra cina

  5. belajarlah sampai kenegeri cina

  6. ya benar……….. tirulah bangsa cina, slama ini kt cm bisa omong besar,katantanya bngs yg bsr, ternyt kita ini g ada apa2nya didunia luar. teori no 1 praktek 0 bsr, mari bercerminlah dr cina


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: